Kamis, 08 Mei 2014

POTENSI ALAM LEMBAH HARAU SEBAGAI SALAH SATU OBYEK WISATA UNGGULAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT



KATA PENGANTAR
Puji Syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Berkat dan Kasih Karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini dalam bentuk maupun isinya yang cukup sederhana. Semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Setiap wilayah atau Negara pasti memiliki obyek wisata yang menarik dan unik . Dengan semakin maju atau berkembangnya era globalisasi ini dapat membantu setiap Negara atau wilayah untuk memperkenalkan potensi obyek wisata yang dimilikinya. Cara ini tentunya dapat menarik minat para wisatawan-wisatawan mengunjungi obyek wisata dan kita juga dapat mempelajari kelebihan dan kelemahan obyek wisata tersebut.
Oleh karena itu harapan saya semoga karya tulis ini membantu menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca. karya ini saya akui masih banyak kekurangan dan ketidakpuasan dari para pembaca karena pengalaman dan sumber yang saya miliki masih kurang. Oleh karena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan, baik berupa komentar, tanggapan, saran maupun kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan karya tulis yang saya buat ini. Terima Kasih .




Tanjung pati, 11 February 2014

penulis






DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...................................................................................... .... i
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................
      1.1  Latar Belakang.......................................................................................... 1
      1.2 Rumusan Masalah…………………………………………..................... 1
           1.3 Tujuan Penelitian....................................................................................... 2
      1.4   Mamfaat Penelitian................................................................................... 2
                  1.4.1. Bagi Penulis............................................................................... 2
                  1.4.2  Bagi Masyarakat........................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN....................................................................................
..... 2.1 Asal Usul / Sejarah Nama Lembah Harau................................................. 3
..... 2.2 Lokasi Obyek Wisata Lembah Harau....................................................... 4
..... 2.3 Kondisi Alam Sekitar Lembah Harau....................................................... 4
..... 2.4 Kelebihan Dan Kelemahan Obyek Wisata Lembah Harau....................... 5
                  1.4.2  Kelebihan Obyek Wisata........................................................... 5
                  1.4.2  Kelemahan Obyek Wisata......................................................... 5

BAB III PENUTUP………………………………………….
..... 3.1 Kesimpulan........................................................................................... .... 6
..... 3.2 Saran.......................................................................................................... 6

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... .... 7








BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
      Sektor pariwisata sebagai kegiatan perekonomian telah menjadi andalan dan prioritas pengembangan bagi sejumlah Negara, terlebih bagi Negara berkembang seperti Indonesia yang memiliki potensi wilayah yang luas dengan adanya daya tarik wisata cukup besar, banyaknya keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya dan kehidupan masyarakat.
       Untuk meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara alam berupa obyek wisata sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana yang mendukung yang terkait dalam industri pariwisata. Usaha mengembangkan suatu daerah tujuan wisata harus memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan suatu daerah tujuan wisata.
Obyek wisata yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu dari kekayaan alam yang patut untuk dibanggakan. Setiap daerah di Indonesia memiliki keunikan baik dari segi keindahannya maupun adat istiadat yang ada di daerah tersebut sehingga menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.
       Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak daya tarik wisata alam salah satunya ada di daerah Nagari Harau yaitu obyek wisata Lembah Harau yang akrab di sebut oleh warga sekitar dengan nama Aka Barayun. Namun masih banyak wistawan yang belum mengetahui adanya tempat wisata ini ini, oleh karena itu perlu adanya penjelasan kepada khalayak umum mengenai Lembah Harau.
1.2     Rumusan Masalah
1.     Bagaimanakah sejarah Lembah harau?
2.     Dimana Lokasi Lembah Harau dan apa saja fasilitas yang ada di sana?
3.     Bagaimanakah keistimewaan yang dimiliki Lembah Harau?
4.     Bagaimanakah kelebihan dan kelemahan daya tarik Lembah Harau?



1.3.    Tujuan Penelitian
Setiap penulisan sesuatu pasti mempunyai tujuan tertentu, dengan demikian juga penulisan laporan ini penulis mempunyai tujuan :
1.              Meningkatkan pengetahuan penulis mengenai obyek wisata.
2.              Mengetahui lebih dalam mengenai Lembah Harau.
3.              Mengetahui kelebihan dan kelemahan daya tarik Lembah Harau.
1.4.     Manfaat Penulisan
1.4.1.      Bagi Penulis
a.       Mengukur pengetahuan penulis mengenai obyek wisata “Lembah Harau”.
b.      Sebagai sarana untuk memperdalam ilmu pengetahuan.
c.       Dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan daya tarik Lembah Harau.
1.4.2.      Bagi Masyarakat
Agar dapat mengetahui lebih mendalam mengenai obyek wisata Lembah Harau. Dan dapat mengetahui fasilitas yang ada disana, serta apa saja daya tarik yang terdapat di Lembah Harau.









BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Asal Usul / Sejarah Nama Lembah Harau





 Pada awalnya nama Harau berasal dari kata “Orau”. Penduduk asal tinggal di atas Bukit Jambu, dikarenakan daerah tempat tinggal penduduk tersebut sering banjir dan Bukit Jambu juga sering runtuh yang menimbulkan kegaduhan dan kepanikan penduduk setempat sehingga penduduk sering berteriak histeris akibat runtuhnya Bukit Jambu tersebut dan menimbulkan suara “parau” bagi penduduk yang sering berteriak histeris tersebut. Dengan ciri-ciri suara penduduk yang banyak “parau” didengar oleh masyarakat sekitarnya maka daerah tersebut dinamakan “orau” dan kemudian berubah nama menjadi Arau, sampai akhirnya menjadi Harau.
Menurut prasasti Lembah Harau yang masih terdapat di sekitar air terjun Sarasah Bunta, areal ini mulai dibuka tanggal 14 Agustus 1926 oleh Assisten Residen Lima Puluh Kota yang bernama J.H.G Boissevain, dengan E. Rinner bernama B.O.Werken bersama Rasyad Dt. Kuniang nan Hitam dan assisten Demang yang bernama Janaid Dt. Kodo Nan Hitam. Untuk pertama kalinya Assisten Residen terpesona, kaget dan terkesima sembari berdecak kagum untuk melantunkan rasa kagum dan tiada taranya melihat keadaan alam Lembah “orau” sambil berdecak “Hemel,hemel…….(Indah, mempesona seperti sorga) dalam bahasa Belanda.
Dengan terkesimanya Assisten Residen tersebut terhadap keindahan lembah sempit yang diapit oleh terjalnya bukit batu di kiri kanannya maka dibuatlah prasasti dari batu marmar yang dipahatkan pada salah satu dinding sarasahnya yakni “Sarasah Bunta” pada tanggal 14 Agustus 1926, sehingga sejak waktu tersebut terkenallaah lembah sempit tersebut  sampai ke Negara Belanda dengan nama “Hemel Arau” (Sorga Arau) dan kemudian disingkat dengan Harau.
2.2. Lokasi Obyek Wisata Lembah Harau
Obyek wisata lembah harau ini berlokasi di Nagari Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Propinsi Sumatera Barat. Dengan Peta dan Koordinat GPS: 0° 6' 33.04" S  100° 38' 57.69" E 
Obyek wisata ini Berjarak ± 138 Km dari Padang, ± 47 Km dari Bukittinggi, sekitar ± 18 Km dari Kota Payakumbuh, dan ±2 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bagi yang menggunakan kendaraan umum dari Kota Bukittinggi di awali dari terminal Aur Kuning.  Naik bis jurusan Payakumbuh, kemudian diteruskan dengan naik bus ke Sarilamak. Dari Sarilamak perjalanan dilanjutkan menuju ke gerbang utama masuk cagar alam yang terletak di Sarilamak yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Lima Puluh Kota
Dari Sarilamak ini sebagai petualang anda dapat saja berjalan kaki paling sekitar 5 KM untuk sampai ke Lembah Harau atau sewa Ojek agar lebih bebas menikmati keindahan Obyek Wisata ini.
2.2. Kondisi alam sekitar Lembah Harau
Pada kawasan Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bisa memantulkan suara (echo). Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya. Konon Sarasah Aka Barayun dari legenda dalam masyarakat yang berada di sekitar Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah Laut.
Lembah Harau ini terbagi 2 daerah wisata, yaitu Sarasah Bunta dan Aka Barayun( Akar Berayun-red). Di Sarasah Bunta terdapat 5 buah air terjun, dan di Aka Barayun cuman ada 1 air terjun. Air Terjun di Lembah Harau ini sangat jernih dan dingin, dan juga ada ikan-ikan kecil. Untuk air terjun di Lembah Harau sudah berupa kolam sehingga bermain air jadi lebih mengasikan.
Jika merasa bosan dengan air terjun, sebaiknya kita menuju ke lokasi Akar Berayun karena disana fasilitas lebih lengkap dan disana juga sudah dilengkapi oleh Cottage/Resort. Selain itu di daerah akar berayun juga tersedia wahana sepeda air, serta juga dapat ditemui Kebun Binatang kecil dan juga bisa mengunjungi tempat penangkaran kupu-kupu. Dan yang lebih asyik disana juga telah di sediakan akses para pendaki tanpa alat dengan menaiki anak tangga sampai tebing paling atas, sehingga bisa melihat pemandangan seluruh Lembah Harau (seperti gambar disamping).

2.4. Kelebihan Dan Kelemahan Obyek Wisata Lembah Harau
            2.4.1 Kelebihan Obyek Wisata
Kelebihan dari obyek wisata Lembah Harau di Aka Barayun Kec. Harau ini sangat identik dengan pemandangan tebing-tebing tinggi nan indah yang berada di sekitar lokasi obyek wisata. Selain itu juga terdapat beberapa air terjun yang terdapat di sekitaran lokasi wisata. Dan praktis nya, apabila kita bermain air terjun, kita bisa menikmati nya di kolam renang umum yang disediakan yang menghadap langsung kearah air terjun. Selain itu, pemandangan alam yang indah dapat di jadikan sebagai latar untuk mengabadikan suatu moment kegiatan baik film maupun photographer. Di samping itu, jika kita berjalan terus ke arah perkampungan desa Harau ada terdapat suatu lokasi yang dikenal dengan ngalau seribu, yang sama sekali belum terjamah dan belum di publikasikan ke dunia luas.
2.4.2 Kekurangan Obyek Wisata
Selain dari kelebihan-kelebihan di atas, terdapat juga kekurangan dari obyek wisata ini. Menurut saya, kekuranganya hanyalah sulitnya mengakses jaringan telepon maupun internet di sekitar lokasi wisata, sehingga wisatan yang saat itu berada di lokasi wisata tidak bisa mempublikasikan kegiatannya secara langsung saat berada di lokasi wisata. Selain itu, pada saat musim kemarau banyak air terjun yang mengalami kekeringan, sehingga dapat mengurangi indahan alam dan mengurangi minat kunjungan para wisatawan. Dan saat musim hujan, biasanya air kolam pada saat itu kelihatannya agak sedikit keruh, sehingga penggunjung sedikit ragu untuk bermain air di kolam pemandian.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Dengan ini saya dapat menyimpulkan bahwa obyek wisata Lembah Harau ini terdapat kelebihan dan kelemahan daya tariknya. Kelebihan dari obyek wisata Lembah Harau di Nagari Harau, Kec Harau ini sangat identik dengan pemandangan air terjun dan alam sekitarnya yang memukau. Selain dari kelebihan di atas, terdapat juga kekurangan dari obyek wisata ini. Menurut saya, kekuranganya hanyalah sulitnya mengakses jaringan telepon maupun internet di sekitar lokasi wisata, sehingga wisatawan tidak bisa mempublikasikan kegiatannya secara langsung saat berada di lokasi wisata

3.2. Saran
            Demikian yang dapat saya paparkan mengenai potensi-potensi yang ada di obyek  wisata Lembah Harau ini, tentunya masih banyak potensi-pontensi yang terdapat disana, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan karya tulis ini. Saya banyak berharap agar para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan berikutnya.Semoga makalah ini berguna dan bermanfaat.







DAFTAR PUSTAKA




Seni Rupa Murni 2 Dimensi Nusantara



Adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media bisa di tangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Karya seni rupa murni sebagai keindahan karya manusia yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya saja.Karya seni rupa 2 dimensi berbentuk datar dan mempunyai panjang dan lebar.Dikatakan nusantara karena karya seni rupa yang berasal dari dalam negeri.

contoh gambar seni rupa murni 2 dimensi nusantara
  • lukisan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDyNgfjb9hgmrZoGxoCRaU6y2J9W1vulXSYkKdYbPJNRgprXrya9BqwzpB0fKMZnAA9AShABNPUGJjDNmtRykEele8K98fYUe44heLdA2NuVmmPs8ss3MPXd41bIW1Wr0hXompjtvjNzWB/s320/q.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkiX7ucYgD3qVQP7gSWyAbGgzSK39Hrkczxina8zO_YGop_JxIIZfxn4OqtqL3WyUjST0MfV8pTxatl5LrDLghKLrvHMrqQufmGKbVp3SI-ZpmWbcp8pPMoWPGDkk1mo4NxAw5DVkO50jE/s1600/index.jpg

  • kaligrafi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhrrv9mT1F2CSIVWHyeZt20wwrwxxKe4_5rUQ2TyWr2Gssdwl9Z1QmuDBjYbE0dfszReq1-8ELVld1B4FajweMhW-SOl0CufkodwRfj7xQOwIyAVb-cMVmYRPhM6I7k15JfBTe3WXO7478F/s320/12.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_4-lD5HA_wOacXnBJM1ujzhEZKGm-aCv1PIgSlIb93DMYezOznEBTPx6jJvtA8KwIII9H_9txUoVn10-2ev1YIITYFeY36_UXVavwnrG_ifx53-9wIX8UrrakP3-Z47RWGI-wxGYimyN_/s320/images.jpg

  • Seni Grafis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizMYMd-9OS54V3CJjRG2sId7Y409fVfOCUmevSlrdC5LNO9-dJyB5I3CYA7NoPGHmS2x9anDTaeENf3yWL5uyOt0MxD4-90ljAqpKVyDoyP6DIBDUP3qPCcn7zv4h09yOFCcYDLJrTK__G/s320/qe.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP2O9fOavcKEi8Doh8jvfo6rH4na_C65QeJUkSja28Jxq0p-0Cv8PXcIe7X9UhU2l2IwdyC3ArLqsK_SElhxxPVhvuIM3srK00YmIGDFcHWPgRlAOxz27lNFl-TVTdxQcn1toM7ahOe9FO/s320/images+%281%29.jpg

Adalah cabang seni rupa yang berbentuk 2 demensi yang proses pembuatannya dengan menggunakan tehnik cetak

karya seni rupa murni 2 dimensi mancanegara
Adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Karya Seni Rupa Murni sebagai keindahan karya manusia yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya saja. Karya Seni Rupa 2 Dimensi berbentuk datar dan mempunyai Panjang dan Lebar, dan hanya dapat dilihat dari satu arah saja, yaitu depan. Dikatakan Mancanegara karena karya seni rupa yang berasal dari Luar Negeri.


contoh karya seni murni 2 dimensi mancanegara
  • lukisan luar negeri

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgilRcpchbemrBEo7bfXTH2LbHOmFIAbyva95vMwhqbPNUDUvKpdo5UjeJRccUUhAcVhrq16Vvy1OVO4MRr-gqS9zcASmMZzQPhz1hOp7mq4QzzR_4Gx8Ey0-xK6AUgHapVPxefKaod2n62/s320/images+%282%29.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmwjsozItvyseDL8iXe_DvPhNugkJU9CS6nsyPqzleFlgF3kUM3q3MzakmiaTpWlU_wsgy0Gx_SwGNjzJ73Demowwls1pY21faOnpeb7m80LEuiGgFjLWOOa5Jxr-CHQZyoh2yPFZ2-OIk/s320/images+%283%29.jpg

Karya seni rupa terapan 2 dimensi nusantara

Adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Karya Seni Rupa Terapan, selain dinikmati keindahannya, juga mempunyai fungsi dan manfaat. Fungsi karya seni rupa dibedakan menjadi 2 yaitu Fungsi estetis dan fungsi Praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai.   


GAMBAR KARYA SENI RUPA TERAPAN 2 DIMENSI NUSANTARA

  • Batik



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrCc7L4AKJocKDkiWEjOqhCDihnvS0fXw6Zgc96iYwN5PqnBh00_Sy2J2opO6HxQhmovd1tC3NHKQ8vttd5DLQIrhfJ_eNbYcDjBsfElAtEYHewZkXQ_KBakIedFYJcW0E1NLwtXH8WJDu/s320/batik.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQhYtzLbrqO9RXMMQxKyJlx4swUVWbjlecEjRIxLxO5-k-XjHCvXg46lP9pxJRgihA9hZ3MDO1kbyoXgrjejLCqPecMSIDq-jeZkPyRQhmlYCUv9-mlDdWlmlakfO5hePC4m3ks2P8jysU/s320/batik+1.jpg
  • pola pada kain

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCfeqHuNKRBlPcQcmVs2ikS5TkIgAsN0d2Bd8Tl0NzKWgV6KxX9kgAd4AWii4jbPOEV1adMiQ1RhZINnK9RaNXKQ1TveY_sTY6pwZ-S5t4d742PUv7EzV3AvsAYjPAs8hZ_kFezKyp2vsj/s320/pola.jpg


KARYA SENI RUPA TERAPAN 2 DIMENSI MANCANEGARA

adalah cabang seni yang membentukkarya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. karya seni rupa terapan  selain dinikmati keindahannya, juga mempunyai fungsidan manfaat. fungsi karya seni rupa dibedakan menjadi 2 yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia akan benda pakai. Dimensi berbentuk datardan mempunyai panjang dan lebar. dikatakan mancanegara karna karya seni rupa yang berasal dari luar negeri.

Contoh Gambar Karya Seni Rupa Terapan 2 Dimensi Mancanegara

  • Batik

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgk7hcHvWhWOdRIhTtBsjsvCRCypUvyVBIybMxBF2N9LaHTXaGA9_-0OJDXFb_imP-ByqEKg27aD6guePRX3pYif_R7iVtLstY3rDoeTum6upqQCCOOPM8v-oweFH5iUp-ipOIAAIdxUPPP/s320/batik+2.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbdvaxWKK48ZohgKI2wFQjv9w_lGM6saU2350AOWSL9oa87zunCjEDy1bw_Tm4mzjZ5NLp8blaKBFDckVBsdpA-0XeiGoa4ZP2Fsec4uJ-UZP_4Dwu48w_OXap1mveCrkAJNdfIC5gFEUe/s320/batik+3.jpg

  • Uang

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpvQNntEN8-cz9eRQfjqgnmG3Jir77-3cIjLiLc_AW7t9lNhvi2cn1e1A6z61umHSAfZ_7xAB_uTrWKYONhLQch0MgICR1a_10Q42yXozkePfMwqv00QZkoeMFj0z5Xao8Mq3Gf9mnvLKz/s320/uang.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcCnnYPZ5ljHKO3fhQLI_3L-LJrAkuT6Cx6Gc52UbebSBBAduXKPwRhy8fswxhgo_cwy9b4gDKBcgYhBdStASclhhRtUTXDLAtkXtp19FK59SeFcaND-o9pAjXZPdgQms6GTyuyUQ_miCr/s320/uang+1.jpg

  • iklan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjd0E9uF4u1FYeW5HIo-Z5DDAaf3CRTfaWDtevIVav5z3RjcvmMAYYNkxad3xAvP6x4R1M5rbNiBjQ-ZgySQeBn0fa7PQcGVZSWI6gEH0_CBynSJmGbH7o9s8fl8IC0J59Sei84H_V0xwS-/s320/iklan.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirklPdNDGbCqKAQYIJf6dHt_IOB8JUamWg7QJrlPoc9_c7wBuestRWeSePCvdwyvbBFBH-a7pdmsj2ngb2IdmSK3lpiPZ2wP3eqN6TJ8j1jofeh5PtOarccCMNhyphenhyphenssyzACbL1_gTaV4Jll/s320/iklan+1.jpg

Selasa, 04 Maret 2014

FAKTOR YANG MENYEBABKAN CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA


img

Cinta pada pandangan pertama tenyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor fisik saja. Menurut peneliti, ada faktor lain selain penampilan yang membuat Anda merasakan cinta pada pandangan pertama.
Dalam studinya, peneliti menggunakan lalat sebagai bahan percobaannya. Mereka mencoba memasangkan lalat betina dan jantan dari spesies yang sama dan juga berbeda. Hasilnya adalah, mereka menemukan lalat betina lebih tertarik dan memilih lalat jantan yang berasal dari spesies yang berbeda.

Menurut para peneliti, lalat betina memilih pasangannya melalui penciuman. Mereka bisa mencium lalat jantan mana yang bisa menghasilkan keturunan yang sehat dan banyak.
“Kita bisa menyebutnya sebagai cinta pada pandangan pertama. Bukan hanya dari pandangan saja, tapi dari bau, suara atau sensasi lainnya yang memberi tahu lawan jenis bahwa pasangan biologisnya ada di dekatnya,” ujar Andrew Clark dari Cornell University seperti dikutip dari Livescience.
Peneliti juga menemukan bahwa pengaruh zat kimia dan protein-protein tertentu yang dihasilkan lawan jenisnya ketika saling bertemu, sangat menentukan ketertarikan. Peneliti juga menemukan hasil yang sama saat meneliti kelompok mamalia, termasuk manusia.
“Kesuksesan seorang wanita untuk menghasilkan anak ada hubungannya dengan kualitas genetik pria, terutama pria yang memiliki genetik berlawanan dengan si wanita,” ujar Clark.
Peneliti mencoba menggunakan wangi kaos pria untuk memikat wanita, dan hasilnya wanita lebih tertarik pada pria yang setelah diketahui ternyata memiliki gen yang sangat berseberangan dengan wanita itu. Belum diketahui dengan pasti mengapa hal itu terjadi, tapi adanya perbedaan sistem imun dan kemungkinan menghindari penyakit yang serupa menjadi faktor pertimbangan.
“Kami juga menemukan fakta ini pada pria yang tertarik terhadap wanita,” ujar Mariana Wolfner, professor of developmental biology at Cornell.

Senin, 10 Februari 2014

LEMBAH HARAU DAN LEGENDANYA

  Kabupaten Lima Puluh Kota kaya akan potensi objek wisata diantaranya yang dapat dijual untuk menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lima Puluh Kota diantaranya jenis objek Wisata Alam (33 objek) , Wisata Budaya (6 Objek), Wisata Sejarah (9 Objek) dan Wisata Arkeologi (4 Objek). Dan berdasarkan tujuan berwisata, dari klasifikasi yang ada, Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki 4 (empat) kategori yakni : Pariwisata untuk menikmati perjalanan (7 objek), Pariwisata untuk Rekreasi (24 Objek), Pariwisata untuk kebudayaan (19 objek) dan pariwisata untuk olahraga (2 objek).
Lembah Harau adalah objek wisata alam andalan di Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Lembah Harau suatu lembah yang subur terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Berada ± 138 Km dari Padang ± dan 47 Km dari Bukittinggi dan sekitar ± 18 Km dari Kota Payakumbuh dan ±2 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota. Dilingkungi batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan ketinggian 100 sampai 500 meter.
Lembah Harau banyak dikunjungi wisatawan terutama pengunjung domestik dari daerah Riau, Sumut dan Jambi. Topografi Cagar Alam Harau adalah berbukit-bukit dan bergelombang. Tinggi dari permukaan laut adalah 500 sampai 850 meter, bukit tersebut antara lain adalah Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang.
Memasuki lembah harau, mata akan dimanjakan suasana alam pengunungan yang luar biasa apalagi dengan pemandangan 5 buah air terjun ( sarasah ) yang sangat besar dengan ketinggian ± 100 meter yang. Luar biasa indah seperti cerita di dalam sorga yang dilalui oleh empat buah sungai yang jernih.
Lembah Harau sangat terkenal, dan dipercaya oleh penduduk setempat apabila turun pelangi maka para bidadari turun dari kayangan untuk mandi-mandi di keempat sarah tersebut ( sarah aie luluih, sarasah bunta, sarasah murai dan sarasah aka barayun ). Bahkan pada tahun 2008 lalu, kabarnya , kamera HP milik seorang mahasiswa yang sedang berwisata ke lembah Harau pernah menangkap gambar rombongan bidadari mandi berbaju putih dan coklat, melayang di air terjun. Saat ini foto tersebut tersimpan pada kamera HP para pedagang disekitar air terjun sarasah bunta.
Asal Usul Nama Harau
Pada awalnya nama Harau berasal dari kata “Orau”. Penduduk asal tinggal di atas Bukit Jambu, dikarenakan daerah tempat tinggal penduduk tersebut sering banjir dan Bukit Jambu juga sering runtuh yang menimbulkan kegaduhan dan kepanikan penduduk setempat sehingga penduduk sering berteriak histeris akibat runtuhnya Bukit Jambu tersebut dan menimbulkan suara “parau” bagi penduduk yang sering berteriak histeris tersebut. Dengan cirri-ciri suara penduduk yang banyak “parau” didengar oleh masyarakat sekitarnya maka daerah tersebut dinamakan “orau” dan kemudian berubah nama menjadi Arau, sampai akhirnya menjadi Harau.
Prasasti Lembah Harau Menurut prasati yang masih terdapat di sekitar air terjun Sarasah Bunta, areal ini mulai dibuka tanggal 14 Agustus 1926 oleh Assisten Residen Lima Puluh Kota yang bernama J.H.G Boissevain, dengan E. Rinner bernama B.O.Werken bersama Tuanku Lareh Sarilamak yang bernama Rasyad Dt. Kuniang nan Hitam dan assisten Demang yang bernama Janaid Dt. Kodo Nan Hitam. Untuk pertama kalinya Assisten Residen terpesona, kaget dan terkesima sembari berdecak kagum untuk melantunkan rasa kagum dan tiada taranya melihat keadaan alam Lembah “orau” sambil berdecak “Hemel,hemel…….(Indah, mempesona seperti sorga) dalam bahasa Belanda.
Dengan terkesimanya Assisten Residen tersebut terhadap keindahan lembah sempit yang diapit oleh terjalnya bukit batu di kiri kanannya maka dibuatlah prasasti dari batu marmar yang dipahatkan pada salah satu dinding sarasahnya yakni “Sarasah Bunta” pada tanggal 14 Agustus 1926, sehingga sejak waktu tersebut terkenallaah lembah sempit tersebut sampai ke Negara Belanda dengan nama “Hemel Arau” (Sorga Arau) dan kemudian disingkat dengan Harau.
Kemudian diterbitkan Besluitnya oleh Pemerintah Belanda (waktu itu) pada tanggal 19 Januari 1933 Nomor 15 Stbl Nomor 24 dengan status Cagar Alam di Bidang Biologis dan Aesthestis seluas 315 Ha ,kemudian dilakukan pengukuran ulang oleh Perlindungan dan Pelestarian Alam (PPA) pada tahun 1979 dengan luas defenitif dilapangan adalah 298 Ha, (Witari Heiza , 1985) . Selanjutnya status Cagar Alam sebagian arealnya diubah menjadi Hutan Wisata yang diperuntukkan bagi taman wisata alam dengan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor : 478 / Kpts /Um / 8 / 1979, tanggal 2 Agustus 1979 ,tentang perubahan statusnya menjadi taman wisata seluas 27,5 Ha. Dengan demikian status Lembah Harau selain cagar alam juga sebagian berstatus taman wisata.
Berbagai sarana pertamanan, kupel, tempat duduk, jalan setapak, tempat bermain anak-anak, taman satwa, sepeda air, Mushalla, WC dan lapangan parkir serta dilengkapi dengan kios-kios souvenir, dan makanan/minuman dan sebagainya yang telah dibangun di objek wisata ini bagi kemudahan dan kenikmatan pengunjung.
Berbagai jenis tanaman dan binatang ada di sini. Monyet ekor panjang (Macaca fascirulatis) bisa dilihat di sini. Ada pula siamang (Hylobatessyndactylus), dan simpai (Presbytis melalopos).Hewan yang juag dilindungi di sini adalah harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), beruang (Helarctos malayanus), tapir (Tapirus indicus), kambing hutan (Capriconis sumatrensis), dan landak (Proechidna bruijnii). Ada 19 spesies burung yang juga dilindungi. Di antaranya, burung kuau (Argusianus argus) dan enggang (Anthrococeros sp).
Potensi Lembah Harau
Pada kawasan Objek wisata Lembah Harau ini terdiri dari 3 (tiga) kawasan : Resort Aka Barayu, Resort Sarasah Bunta, dan Resort Rimbo Piobang . Pada resort Aka Barayun yang memiliki keindahan air terjun yang mempunyai kolam renang, yang memberikan nuansa alam yang asri juga berpotensi untuk pengembangan olah raga panjat tebing karena memiliki bukit batu yang terjal dan juga mempunyai lokasi yang bias memantulkan suara (echo). Disini juga terdapat fasiltas penginapan berupa homestay yang bisa dimanfaatkan wisatawan yang ingin menginap lengkap dengan fasilitasnya. Konon Sarasah Aka Barayun dari legenda dalam masyarakat yang berada di sekitarnya Cagar Alam Lembah Harau dulunya adalah Laut.
Diceritakan batu-batuan yang terdapat di sini adalah sejenis batu yang biasanya terdapat di dasar laut. Diantaranya dua dinding batu yang terjal, tergantung pada sebuah akar yang pada saat pasang naik terbenam dan waktu pasang surut Nampak di atas air tergantung dan berayun-ayun ditiup angin.
Resort Sarasah Bunta terletak disebelah timur Aka Barayun, memeliki 4( empat) air terjun (sarasah Aie Luluih, Sarasah Bunta, Sarasah Murai dan sarasah Aie Angek ) dengan telaga dan pemandangan yang indah seperti ; Sarasah Aie Luluih, dimana pada sarasah ini air yang mengalir melewati dinding batu dan dibawahnya mempunyai kolam tempat mandi alami yang asri, dari cerita dari orang tua-tua dulu, ada kepercayaan mandi atau membasuh muka di sarasah aie luluih dapat mengobati jerawat dan muka akan terlihat cantik dan awet muda.
Sarasah Bunta dimana sarasah ini mempunyai air terjunnya yang berunta-unta indah seperti bidadari yang sedang mandi apabila terpancar sinar matahari siang sehingga dinamakan “Sarasah Bunta” . Sarasah Murai , pada sarasah ini sering pada siangnya burung murai mandi sambil memadu kasih sehingga masyarakat menamakan “Sarasah Murai “.dan apabila mandi di bawah air terjun kedua sarasah ini, dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa , lekas mendapat jodoh bagi yang belum menikah.
Pada Sarasah Aie Angek belum banyak dikunjungi wisatawan, airnya agak panas berada arah keutara dari “Sarasah Murai”.Pada Resort Rimbo Piobang sampai akhir tahun 2010 belum berkembang karena direncanakan untuk Taman Safari.
Legenda Puti Sari Banilai
Alkisah, waktu dulu berlayarlah seorang Raja Hindustan bernama Maulana Kari dengan permaisurinya Sari Banun untuk merayakan pertunangan anaknya bernama Sari Banilai dengan Bujang Juaro. Puti Sari Banilai ikut bersama orang tuannya.
Sebelum berlayar, kedua anak muda tersebut telah bersumpah, kalau Sari banilai mengingkari janji pertunangan tersebut, ia akan menjadi batu dan sebaliknya kalau Bujang Juaro yang ingkar, ia akan menjadi ular naga. Tanpa sadar kapal mereka terbawa arus dan hanyut terjepit di Lembah Harau di antara dua bukit batu terjal serta ditahan akar kayu yang melintang di antara kedua bukit tersebut. Agar kapal tidak hanyut, sang raja menambatkannya pada sebuah batu yang terdapat di sana. Batu tersebut sampai sekarang masih bernama Batu Tambatan Kapal/perahu.
Dengan persetujuan Rajo Darah Putiah yang berkuasa pada waktu itu di Lembah Harau maka Raja Maulana Kari beserta keluarganya diizinkan untuk tinggal menetap. Karena sudah tidak mungkin lagi kembali ke negerinnya mereka putuskan untuk menetap di sana.
Raja Maulana Kari tidak mengetahui sumpah putrinya, mengawinkan Puti Sari Banilai dengan seorang pemuda di daerah tersebut yang bernama “Rambun Pade”. Dari perkawinan ini lahir seorang anak laki-laki yang gagah. Raja Maulana Kari dan istrinya sangat sayang pada cucunya ini sehingga apapun permintaannya dipenuhi.
Tersebutlah suatu ketika sang raja membuatkan mainan untuk cucunya ini sehingga ia setiap hari asyik dengan mainannya itu. Pada suatu hari mainan tersebut jatuh ke dalam laut. Sang cucu memanggil ibunya untuk mengambilkan mainan tersebut. Lalu si ibu melompat ke dalam laut untuk mengambilkannya, namun mainan itu hanyut tidak di temukan lagi. Pada saat itu datanglah ombak yang mendorong Sari Banilai sampai ke tepi dan terjepit di antara dua buah batu.
Pada saat itu Puti Sari Banilai memohon agar air laut itu surut dan kering. Lambat laun dari kaki Puti Sari Banilai mulai menjadi batu. Saat itulah teringat akan sumpahnya dan sebelum keseluruhan badannya menjadi batu, ia memohon kepada tuhan agar perlengkapan rumah tangganya dibawakan dan diletakkan di dekat ia terjepit. Di lembah Harau pada dinding terjal di sebelah kiri (dekat echo) sayup-sayup Nampak sebuah batu seakan-akan berbentuk seorang ibu yang sedang menggendong anaknya, hamparan tikar dan sebuah batu yang berbentuk lumbung padi.
Demikianlah legenda Lembah Harau. Legenda ini masih hidup dalam masyarakat, dalam cerita randai yang bernama “Randai sari Banilai” salah satu bentuk kesenian tradisional masyarakat di sana.( (Saiful.SP. Kabag Humas Lima Puluh Kota )

Comments System

Disqus Shortname

Disqus Shortname

Comments system